Bacaan Sholat Lengkap dan Shahih

 DALIL & GAMBAR
GERAKAN SHOLAT
SESUAI AL QUR’AN DAN AS SUNNAH
Oleh: Ust. Achmad Rofi’i, Lc.M.Mpd



        Sholat adalah amal perbuatan manusia yang pertama kali akan dihisab di hari Kiamat. Hal ini adalah sebagaimana dijelaskan dalam Hadits Riwayat Al Imaam Abu Daawud no: 864, dishohiihkan oleh Syaikh Nashiruddin Al Albaany, dari Shohabat Abu Hurairoh رضي الله عنه dimana beliau berkata bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَ وْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ الصَّلََةُ قَالَ يَ قُولُ رَبُّ نَا جَلَّ وَعَ زَّ لِمَلََئِكَتِهِ

وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِي صَلََ ةِ عَبْدِي أَتَمَّهَا أَمْ نَ قَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْ تَ قَصَ

مِنْ هَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِي فَرِيضَ تَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ

ثُمَّ تُ ؤْخَذُ الَْْعْمَالُ عَلَى ذَاكُمْ

Artinya:

“Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah sholatnya. Robb kita ‘Azza wa Jalla berfirman kepada para malaikat-Nya -sedangkan Dia lebih mengetahui-, “Perhatikan sholat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang?”

Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allooh berfirman, “Perhatikan lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan sholat sunnah?”

Jikalau terdapat sholat sunnahnya, Allooh berfirman, “Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada sholat wajib hamba-Ku itu dengan sholat sunnahnya.”

Kemudian semua amal manusia akan dihisab dengan cara demikian.”

Tentang sholat ini, kaum Muslimin diperintahkan untuk menegakkan sholat fardhu itu 5X sehari, namun tidak sedikit diantara kaum Muslimin yang belum mengetahui tata cara sholat yang sesuai tuntunan Rosuul-nya صلى الله عليه وسلم ; padahal Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم telah bersabda, sebagaimana dalam Hadits Riwayat Al Imaam Al Bukhoory no: 631, dari Shohabat bernama Maalik bin Al Huwairits رضي الله عنه ketika beliau bersama rombongan 20 orang menginap 20 hari di Madinah untuk mempelajari tentang Islam dan selanjutnya agar diajarkan kepada kaumnya, lalu disela-sela itu Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم bersabda : 

وصَ لُّوا كَمَا رَأَيتُمُ ونِي أُصَل ي

Artinya:

“Dan sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat.”

Oleh karena itu hendaknya kaum Muslimin mengikuti gerakan-gerakan sholat sebagaimana yang dituntunkan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم , karena itu adalah amalannya yang pertama kali akan dihisab di hari Kiamat.

Berikut ini akan diuraikan tentang Gerakan-Gerakan Sholat beserta dalil-dalilnya dari Al Quran dan As Sunnah; dimana hal ini berlaku bagi laki-laki maupun perempuan, sama saja.

1. SHOLAT DENGAN BERDIRI / DUDUK / BERBARING :

Apabila seseorang hendak memulai sholat, maka ia berdiri menghadap Kiblat atau kearah Kiblat, sebagaimana Allooh سبحانه وتعالى berfirman dalam QS. Al Baqoroh (2) ayat 238-239 :

حَافِظُو اْ عَلَى الصَّلَوَاتِ والصَّلََة الْوُسْطَى وَقُومُو اْ لِلّهِ قَانِتِينَ ﴿ ٨٣٢ ﴾ فَإنْ خِفْتُمْ فَرِجَال أَوْ رُكْبَان اً

﴾ فَإِذَا أَمِنتُمْ فَاذكُْرُو اْ اللّه كَمَا عَلَّمَكُم مَّا لَمْ تَكُونُو اْ تَ عْلَمُونَ ﴿ ٨٣٢

Artinya:

(238) “Peliharalah segala sholat-(mu), dan (peliharalah) sholat wusthoo. Berdirilah karena Allooh (dalam sholatmu) dengan khusyu`. (239) Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka sholatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allooh (sholatlah), sebagaimana Allooh telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui.”

Apabila ia tidak sanggup untuk berdiri akibat suatu udzur (antara lain sakit, dan sebagainya) maka ia dapat sholat dengan duduk ataupun berbaring, sebagaimana dijelaskan dalam Hadits Riwayat Al Imaam Al Bukhoory no: 1117, dari Shohabat ‘Imron bin Hushoin رضي الله عنه , beliau berkata:

" كانت بي بَ وَاسير، فسألت رسولَ الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فقال : " صلِّ قائماً ، فإنْ لم

تستطعْ ؛ فقاعداً ، فإن لم تستطعْ ؛ فعلى جنبٍ "

Artinya:

“Aku menderita wasir, maka aku bertanya pada Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم , kemudian beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “Sholatlah engkau dengan berdiri. Jika kamu tidak mampu maka duduklah. Dan jika kamu tidak mampu maka berbaringlah.”

2. MENGHADAP KIBLAT :




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Doa shahih

Panduan Daftar M-Banking BRI